Menjadi Istri Idaman – Ustadz Abu Haidar Assundawy

0
82

Wanita sumber bencana selain juga sumber kebahagian, bahkan sumber bencana yang terbesar yang bisa menimpa para laki-laki yang sempat dikhawatirkan oleh Nabi ‘Alaihi Shallatu wassalam sebagaimana sabda beliau dalam salah satu hadist yang muttafaqun ‘alaih “Tidak pernah aku meninggalkan satu fitnah sepeninggalku, yang lebih berbahaya bagi laki-laki bagi para wanita bahkan kehancuran bani israil jaman dahulu juga salahsatunya disebabkan karena fitnah para wanita, oleh karena itu Allah Azza wa Jalla menyebutkan bahwa tipu daya wanita tersebut sangat besar “Sesungguhnya tipu daya para wanita itu sangat besar” mengalahkan setan laknatullahi ‘alaihi karena ketika Allah menerangkan tipu daya setan Allah mengungkapkan “Sesungguhnya tipu daya setan itu sangat lemah” tapi ketika menerangkan tipu daya wanita disebutkan bahwa tipudaya wanita itu sangat dahsyat. Berdasarkan hal itu wajib kita berhati-hati dari fitnah wanita Rosul Shalallahu ‘alaihi wassalam menyatakan “Maka bertakwalah kamu kepada Allah dan bertakwalah kamu terhadap wanita, karena sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kamu itu karena wanita”. Bertakwa kepada Allah maknanya adalah menjaga diri dari kemurkaan Allah Azza wa Jalla, memelihara diri dari kemurkaan Allah Azza wa Jalla dengan cara menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Bertakwa kepada para wanita maknanya menjaga diri dari fitnah yang ditimbulkan dari para wanita dengan cara memegang teguh petunjuk syariat ketika berhadapan dengan para wanita. Akan tetapi tidak bisa dikesampingkan lagi wanita pun bisa menjadi sumber kebaikan, sumber pahala, dan menjadi pencegah binasanya kita karena bisa terhindar dari kemaksyiatan karena wanita lain diselamatkannya oleh wanita juga yang terikat sah secara syar’i, wanita seperti ini menjadi sumber kebaikan bagi siapapun sebagaimana sebuah hadits yang diterima dari abu umamah radiallahu ‘anhu “Tidak ada yang bisa diambil manfaat bagi seorang mukmin setelah taqwa kepada Allah yang lebih baik daripada seorang istri yang sholehah, apabila suaminya memerintahkannya dia mentaati perintah tersebut dan bila suaminya memandang kepadanya dia membahagiakan dan menyenangkan suaminya dan apabila suaminya bersumpah terhadap istrinya, istrinya melaksanakan isi sumpah suaminya tersebut dan bila suaminya tidak ada di hadapannya maka istri tersebut memelihara kehormatan dirinya dan memelihara harta suaminya”.

Demikianlah kutipan rekaman kajian daurah ilmiah Osaka II, yang diselenggarakan pada tanggal 12-14 agustus 2013, dan kami mengucapkan jazakumullahu khairan wa barakallahu fiikum kepada panitia yang telah memberikan rekaman kajiannya sehingga kami bisa menyebarkan untuk bisa diambil manfaat dari ilmu yang al-ustadz sampaikan.

semoga bermanfaat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here