Membawa Ember Yang Bocor – Berebut Seekor Bangkai (Ust. Syafiq Reza Basalamah)

0
407

Membawa Ember Yang Bocor – Berebut Seekor Bangkai (Ust. Syafiq Reza Basalamah)

Kajian ini merupakan kajian yang di rekam pada tanggal 23 Dzulhijjah 1435 H / 18 Oktober 2014
yang bertempat di masji Habiburrahman PT.DI Bandung
Oleh pemateri Dr. Syafiq Riza Basalamah
kajian yang pertama bertemakan “Membawa Ember Yang Bocor”
merupakan pembahasan tentang pentingnya keikhlasan dalam setiap amal selama hidup kita di dunia
karena keikhlasan merupakan salah satu syarat di terimanya amal sholeh kita oleh Allah ‘azza wa jalla disamping segi mutaba’ah (mengikuti tata cara amal) kepada Rosul salallahu ‘alahi wa salam
dan juga kita tidak mau menjadi orang yang menyesal dan merugi di hari kita dihisab kelak karena semua amal yang kita lakukan selama di dunia menjadi tidak bernilai apa apa karena ketidak ikhlasan kita dalam beramal

Didalam rekaman kajian ini dibahas seputar kiat kiat keikhlasan dan juga ciri ciri orang yang ikhlas dalam beramal.

Dan kajian yang kedua adalah rekaman kajian pada tanggal 23 Dzulhijjah 1435 H / 18 Oktober 2014
yang bertempat di masjid Besar Cipaganti Jl. Cipaganti Bandung
Oleh pemateri Dr. Syafiq Riza Basalamah
kajian yang pertama bertemakan “Berebut Seekor Bangkai”
dan kajian ini merupakan pembahasan seputar orang orang yang lebih mementingkan mencari harta atau dunianya di banding akhiratnya
karena dunia ini tidak lebih mulia dibandingkan seekor bangkai
sebagai mana hadits yang diterima dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma berkisah, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati pasar sementara orang-orang ada di sekitar beliau. Beliau melintasi bangkai seekor anak kambing yang kecil atau terputus telinganya (cacat). Beliau memegang telinga bangkai tersebut seraya berkata:

أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ؟ فَقَالُوا: مَا نُحِبُّ أَنَّهُ لَنَا بِشَيْءٍ وَمَا نَصْنَعُ بِهِ؟ قَالَ: أَتُحِبُّوْنَ أَنَّهُ لَكُمْ؟ قَالُوا: وَاللهِ، لَوْ كَانَ حَيًّا كَانَ عَيْبًا فِيْهِ لِأَنَّهُ أَسَكُّ فَكَيْفَ وَهُوَ مَيِّتٌ؟ فَقَالَ: فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ

“Siapa di antara kalian yang suka memiliki anak kambing ini dengan membayar seharga satu dirham?” Mereka menjawab, “Kami tidak ingin memilikinya dengan harga semurah apapun. Apa yang dapat kami perbuat dengan bangkai ini?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata, “Apakah kalian suka bangkai anak kambing ini menjadi milik kalian?” “Demi Allah, seandainya pun anak kambing ini masih hidup, tetaplah ada cacat, kecil/terputus telinganya. Apatah lagi ia telah menjadi seonggok bangkai,” jawab mereka. Beliau pun bersabda setelahnya, “Demi Allah, sungguh dunia ini lebih rendah dan hina bagi Allah daripada hinanya bangkai ini bagi kalian.” (HR. Muslim no.7344)

Anda dapat mendengarkan atau mendownload kedua kajian tersebut melalui tools yang telah kami sediakan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here