Pedagang Sukses Dunia Akhirat – Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc

0
12
Pedagang Sukses

Pedagang Sukses Dunia Akhirat ini merupakan bahasan kajian yang merupakan rangkaian safari dakwah Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc di Bandung pada akhir bulan Muharram 1438 H/ Oktober 2016. Kajian ini dilaksanakan di Masjid Uswatun Hasanah, Rooftop Pasar Baru Trade Center.

Makna kesuksesan bagi pedagang muslim adalah bagaimana dengan perdangannya dia bisa masuk surga dan jauh dari api neraka, bukan hanya omset dan asset yang terus bertambah (tidak berorientasi pada harta semata). Gaya berfikir seorang muslim adalah bagaimana ketika setelah mati dia selamat, selalu berfikir akhirat.

Hal-hal penting yang wajib diyakini, bukan hanya sekedar diketahui oleh setiap pedagang muslim.

1. Mintalah Hanya Kepada Allah karena Allah Lah yang memberi rizki

Sebagaimana firman Allah :

إِنَّ اللَّـهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. Adz-Dzriyat 58

للَّـهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ وَيَقْدِرُ

Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Ar-ra’du ayat 26

Allah sebutkan

يَبْسُطُ الرِّزْقَ dalam Al-Quran sampai 9 kali. Kita harus meyakini bahwa pemberi rizki hanyalah Allah tidak ada yang lain. Maka tinggalkanlah semua jimat, tinggalkan pengasih, tinggalkan menabur garam didepan toko pagi-pagi, tinggalkan menabur-nabur air, tinggalkan kelakuan menepak-nepak uang pada barang jualan sebagai penglaris.

Berikut sebuha qaidah : “Semua sebab yang belum disebutkan oleh Allah sebagai sebab syari, maka tidak boleh dijadikan sebuah sebab, jika tetap digunakan maka itulah kesyirikan.”

2. Allah telah menjamin rizki semenjak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.

Maka, jangan pernah putus asa perihal rizki. Sehingga tidak ada orang yang mati karena kelaparan, yang ada adalah habis jatah rizkinya.

كتب الله مقادير الخلا ئق قبل أن يخلق السماوات زالأرض بخمسبن ألف سنة

Allah telah menulis seluruh takdir seluruh makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi.

Hasan Al Bashri berkata :
“Ketika aku mengetahui bahwa rizkiku tidak akan diambil oleh selainku, maka hatiku menjadi tenang.”

3. Dalam mengais rizki yang penting halal bukan yang penting banyak
Karena umat islam diwajibkan mencari rizki yang halal. Rasulullah Shallahu’alayhi wasallam bersabda :

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

Akan datang suatu masa pada umat manusia, mereka tidak lagi peduli dengan cara untuk mendapatkan harta, apakah melalui cara yang halal ataukah dengan cara yang haram. [HR Bukhari].

Penjelasan diatas barulah muqadimah dari kajian ini, penjelasan lebih lengkapnya silahkan download audio berikut.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja Bandung, melalui :
FB : facebook.com/Rodja.Bandung
Instagram : instagram.com/radiorodjabandung/
Youtube : youtube.com/rodjabdg

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here