Menjaga Kebaikan – Ustadz Abu Umar Indra

0
72
menjaga-kebaikan

Kajian Tematik ini dilaksanakan pada hari Jumat(11 Safar 1438 H/ 11 November 2016) dengan tema “Menjaga Kebaikan” disampaikan oleh Ustadz Abu Umar Indra di Masjid Darul Ihsan Telkom Corporate University, Bandung.

Tidaklah dinafikan keadaan kita sebagai manusia pasti mengalami kelesuan atau penurunan semangat terhadap amalan-amalan yang sering kita lakukan, yang mana amalan tersebut sudah dilakukan dalam waktu yang lama.

Hal yang berkaitan dengan tema ini, tertera dalam surat Ar-ra’du ayat 11 :

إِنَّ اللَّـهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ

Sesungguhnya Allah tidak merubah suatu kaum sehingga mereka merobah keadaan.

Asy Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di berkata terkait ayat ini :
Tidaklah Allah merubah kalian menjadi sesat yang tadinya kalian diatas petunjuk, kecuali kalian memiliki kesesatan tersebut. Sebagimana Allah tidak mengubah kalian menjadi pelaku maksiat yang sebelumnya taat , kecuali karena kalian yang memilih maksiat dibanding taat.

Maknanya : Allah tidak merubah orang menjadi buruk kecuali orang tesebut memilih keburukan tersebut. Dan Allah tidak merubah orang menjadi baik kecuali orang tesebut memilih kebaikan tersebut. Barangsiapa yang dia terus berusaha untuk menjaga diri dari kebaikan maka Allah akan jaga. Teruslah kita beramal, teruslah kita menjaga kebaikan, karena tidak ada yang bisa menjamin kita istiqamah sampai akhir kehidupan kita ini. Sibukkan diri kita dengan amal sholeh dan terus kita jaga amal sholeh tersebut.

Ada sebagian kasus: “Dia itu orang yang dulu mengenalkan saya terhadap sunnah, mengapa sekarang dia menjauh dari sunnah ?”
Inilah bukti bahwa, tidak ada yang bisa menjamin kita terus menerus beramal baik, istiqamah. Adakah yang bisa menjamin :
10 tahun kedepan jenggot kita masih tetap ada di dagu kita ?
celana kita masih diatas mata kaki ?
cadar kita masih menempel diwajah ? (untuk perempuan)
masihkah kita mendatangi majelis ilmu ?

Adapula contoh tercelanya memutus amal kebaikan, meskipun itu amalan sunnah. Sebagaimana hadits nabi :

يَا عَبْدَ اللَّهِ ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلاَنٍ ، كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ

Wahai abdullah, janganlah engkau seperti fulan, dulu dia rajin mengerjakan shalat malam sekarang dia meninggalkan shalat malamnya tersebut. HR. Bukhori

Hal yang tercela adalah ketika seorang meninggalkan amal yang telah ia rutinkan.

Syaikh Utsaimin mencontohkannya dengan menuntut ilmu:
“Seseorang ketika dia mulai menuntu ilmu syar’i, Kemudian Allah bukakan kepadanya kenikmatan menuntut ilmu agama ini, lalu dia tinggalkan menuntut ilmu syar’i. Maka sesungguhnya dia telah kufur nikmat terhadap nikmat yang telah Allah berikan.”

Ustadz Abu Umar Indra berpesan :
Kalau sekarang kita suka membaca kitab, beberapa puluh tahun ke depan kita harus tetap membaca kitab.
Kalau sekarang kita suka mencatat kajian, beberapa puluh tahun ke depan, kita harus tetap mencatat saat kajian.

Semoga kita tidak tergolong dalam orang-orang yang kufur nikmat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here